Selfie !!!


Swafoto atau
foto narsisis (bahasa Inggris: selfie) adalah jenis foto potret diri yang
diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau telepon kamera. Foto
narsisis sering dikaitkan dengan narsisisme, terutama dalam jejaring sosial. Di
industri hiburan Korea, istilah yang digunakan adalah selca (singkatan untuk
self camera). Pose yang digunakan
umumnya bersifat kasual, dan diambil dengan menggunakan kamera yang diarahkan
ke diri sendiri, atau bisa juga melalui cermin. Objek foto ini biasanya hanya
si fotografer atau beberapa orang yang bisa dijangkau oleh fokus kamera. Foto
narsisis yang melibatkan beberapa orang disebut dengan "foto narsisis
kelompok".
Pada tahun 2013,
kata selfie secara resmi tercantum dalam Oxford English Dictionary versi
daring, dan bulan November 2013, Oxford Dictionary menobatkan kata ini sebagai
Word of the Year tahun 2013, menyatakan bahwa kata ini berasal dari Australia.
Pernahkah Anda mengabadikan foto
diri Anda sendiri dengan menggunakan entah itu camcorder, kamera poket atau
juga perangkat mobile? Apabila sering, menurut penelitian, hal tersebut adalah
salah satu ciri orang yang tidak percaya diri.
Menurut sejarah, mengabadikan
diri sendiri dengan perangkat elektronik atau dalam bahasa Inggris dinamakan
self-portrait atau disingkat selfie dilakukan pertama kalo oleh seseorang
bernama Robert Cornelius pada tahun 1839.
Ketika era kamera polaroid sedang
menjadi salah satu tren di tahun 70an, seorang bernama Andy Warhol juga pernah
melakukan selfie dan hal tersebut tercatat sebagai selfie kedua dalam sejarah.
Kini, di era teknologi serba
maju, perangkat hi-tech beredar di mana-mana sekaligus portable device dengan
fitur kamera seperti smartphone, phablet dan tablet menjadi satu hal yang umum,
aksi selfie ini amat sering dijumpai.
Bahkan ketika internet dan
jejaring sosial meraih popularitasnya dalam beberapa tahun terakhir ini,
foto-foto selfie juga sering beredar luas serta dijadikan cover atau profile
picture seseorang dalam account jejaring sosial mereka.
Dengan mengambil angle agak
tinggi sekitar 45 derajat, mata sedikit dibuat sayu, (terkadang) mengambil pose
duck face, mengambil fotonya dengan menggunakan aplikasi seperti Instagram
untuk menambah kesan dramatis dan lainnya, membuat aksi selfie menjadi sangat
mudah dilakukan, kapan dan di manapun juga.
"Selfie adalah salah satu
revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang
atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media
lainnya," ujar Dr Mariann Hardey, seorang pengajar di Durham University
dengan spesialisasi digital social media, seperti dikutip oleh Guardian
(14/07).
Hardey juga mengatakan bahwa
dengan memamerkan foto-foto selfie tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin
terlihat 'bernilai' lebih-lebih apabila ada yang berkomentar bagus tentang foto
tersebut.
Walaupun tidak hanya Hardey yang
mengatakan bahwa selfie merupakan bentuk dari ingin diakui atau dapat disebut
sebagai tanda kurang percaya terhadap diri sendiri karena banyak peneliti lain
yang juga mengatakan hal serupa, namun tidak sedikit orang yang membantah bahwa
selfie dilakukan hanya sekadar ingin tenar dan tidak percaya diri.
Menurut salah seorang wanita
bernama Rebecca Brown (23) mengatakan bahwa dia melakukan selfie hanya karena
untuk mengeksplorasi diri sendiri dan melihat tubuhnya sendiri bukan dengan
maksud ingin narsis atau sejenisnya.
Terlepas dari pendapat para ahli
atau orang-orang yang sering melakukan selfie, bagaimana pendapat Anda dari
fenomena selfie ini? Apakah selfie termasuk narsis dan kurang percaya diri
ataukah hanya untuk eksplorasi diri?
*Opini
Menurut saya selfie itu ada penyakit masa kini yang "mungkin" tidak bisa ditinggalkan, karena setiap kita kumpul atau berada di suatu tempat kita tidak lupa untuk selalu memfoto diri sendiri atau bersama teman-teman. Tapi banyak juga yang melakukan selfie dan berujung tragedi :(
0 comments :
Posting Komentar