Jumat, 03 Oktober 2014

MDGs (Millennium Development Goals)

 All About MDGs
 
        Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium”, adalah sebuah paradigma pembangunan global yang  dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitmen untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang  sangat  mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia, perdamaian, keamanan, dan pembangunan.
Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu:
1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan,
2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua,
3. Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan,
4. Menurunkan Angka Kematian Anak,
5. Meningkatkan Kesehatan Ibu,
6. Memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya,
7. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup, dan
8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan.
       Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. Negara-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya, termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs.

*opini
      Pertanyaannya, sudah sampai mana negara kita tercinta, indonesia? 
     Untuk mencapai setiap tujuan dalam MDGs, indonesia telah berusaha menunjukan komitmennya dengan menjadikan MDGs sebagai acuan penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005-2025), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2005-2009 dan 2010-2014), Rencana Pembangunan Tahunan Nasional (RKP), serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 
    Hasilnya? 
   Cukup membanggakan, beberapa target sudah tercapai dan beberapa target lainnya menunjukan perkembangan yang mengesankan, sehingga diprediksi akan tercapai pada tahun 2015. Namun juga masih ada beberapa target yang perkembangannya lamban, cenderung stagnan, bahkan menurun, sehingga perlu usaha keras agar bisa dicapai tahun 2015 nanti. Untuk target-target yang perlu usaha keras untuk bisa dicapai tersebut misalnya saja berkaitan dengan air bersih dan sanitasi yang semuanya terangkum dalam poin 7C, semua indikator dalam point tersebut masih perlu perhatian khusus, berdasarkan laporan pemerintah indonesia dalam buku Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia tahun 2012. 
    Yang jadi pertanyaan besar, setelah 2015 nanti, indonesia mau melakukan apa? Apa semua prestasi yang sudah dicapai ini hanya dibangga-banggakan dan dijadikan bahan kampanye elit politik, tanpa memberi perhatian khusus kepada target-target yang gagal dicapai?
     Selain masalah mengenai poin 7C tentang air bersih dan sanitasi yang sempat saya singgung di atas, dengan latar belakang saya sebagai mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat, saya tertarik untuk menyoroti poin-poin yang berkaitan dengan isu kesehatan dalam MDGs ini. Isu kesehatan memang menjadi salah satu pokok besar yang diharapkan bisa ditingkatkan kualitasnya via MDGs. Isu kesehatan antara lain tercantum dalam tujuan 1C, 4,5,6, dan 7C.
    Ini menjadi PR bersama untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya daerah yang belum mencapai target MDGs tersebut. Jangan sampai Indonesia hanya terpaku melihat kesuksesan mampu mencapai angka rata-rata nasional, namun ternyata fakta dilapangan menunjukan bahwa hanya segelintir daerah yang sejahtera, sementara daerah lainnya belum sejahtera.
    Disinilah peran para pemuda bangsa untuk terus mengawasi pemerintahan dan mengingatkan mereka tentang masalah bangsa yang banyak dan seolah tak kunjung usai, bisa jadi dengan demonstrasi, maupun dengan angkat bicara di forum-forum, kita suarakan pendapat dan teguran kita sekeras-kerasnya, hingga mereka mendengar. Sembari kita menyiapkan diri untuk menjadi orang yang akan menggantikan mereka di dunia pemerintahan, karena cepat atau lambat, kendali indonesia akan ada ditangan kita, para pemuda bangsa. 

> Referensi
- mdgsindonesia.org 
- buku Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia tahun 2012 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
- http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/07/mau-apa-setelah-mdgs-2015-582780.html
- http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/13/apa-itu-mdgs-583450.html  
 

Teori Organisasi Umum 1 (Pertemuan 1&2)

Arti Pentingnya Organisasi dan Metode

1. Pengertian Organisasi
 Organisasi adalah kumpulan beberapa orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dalam bentuk apapun akan selalu ditemui dalam kehidupan sehari-hari.      Secara umum organisasi dibedakan atas dua bentuk, pertama organisasi dengan orientasi laba seperti perusahaan yang menyediakan produk barang atau jasa (baik perusahaan besar maupun kecil) kemudian organisasi nirlaba atau yang tidak berorientasi laba seperti yayasan, musium, rumah sakit milik pemerintah, sekolah, perkumpulan sosial dan lain-lain.

2.  Pengertian Manajemen
     Semua bentuk organisasi dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah ditetapkan, membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha pencapaian tujuan menjadi lebih mudah. 
Secara spesifik ada tiga alasan utama dibutuhkannya manajemen dalam organisasi, yaitu:
- Mencapai tujuan, manajemen mempermudah pencapaian tujuan organisasi dan pribadi.
- Menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, manajemen menyeimbangkan tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan di antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi (stakeholders) seperti pemilik, karyawan, konsumen, pemasok dan lain-lain.
- Mencapai efisiensi dan efektifitas, efisiensi dan efektifitas merupakan ukuran prestasi organisasi.   
** Efisiensi adalah menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya, atau pemborosan yang minimum. Jadi efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar.
** Efektivitas adalah penyelesaian tugas-tugas yang membantu pencapaian sasaran organisasi atau bisa juga dikatakan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat/melakukan pekerjaan yang benar.

3. Pengertian Tata Kerja
    Tata Kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

>> Hubungan Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja <<

1. Manajemen dan Organisasi
Tata Kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan. - See more at: http://bangbiw.com/pengertian-tentang-organisasi-manajemen-dan-tata-kerja/#sthash.fFFyb0ux.dpuf
    Manajemen dan Organisasi memiliki hubungan yang erat, untuk mencapai suatu tujuan maka dibutuhkan kerja team, ibaratkan di suatu perusahaan seorang manajer membagikan tugas kepada anggota team nya yang terdiri dari 10 orang, 2 orang pertama mempunyai tugas menulis, 2 orang berikutnya mempunyai tugas mengedit, 2 orang selanjutnya mempunyai tugas memposting dan begitu selanjutnya, hingga menjadikan kerja sama team yang solid antara manajer dan organisasi.

2. Manajemen dan Tata kerja
    Manajemen dan Tata Kerja merupakan faktor utama dalam tercapai nya target, seperti manajemen yang teroganisir dan tata kerja yang terencana dengan baik akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan.

3. Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja
    Hal ini tentang bagaimana caranya seorang manager memanajemen bawahannya melalui beberapa proses perancaan, seperti yang dikatakan Mary Parker Follet manajer harus mempersiapkan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya. Lalu sekarang pembagian tugas yang diberikan ke organisasi, untuk mendapatkan  hasil yang baik dengan cara bekerja sama, dan perencanaan tata kerja harus mencapai tingkat efesien dan maksimal.
Tata Kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan. - See more at: http://bangbiw.com/pengertian-tentang-organisasi-manajemen-dan-tata-kerja/#sthash.fFFyb0ux.dpuf
    
 

Minggu, 28 September 2014

Tugas Sosial Dasar 4

Tari Indang Badinding

    Tari Indang merupakan salah satu kesenian tari yang berasal dari minangkabau. Etnik minangkabau menyimpan banyak kekayaan tradisi lisan. Asal usul tari indang adalah dari kata Indang atau disebut juga badindin, salah satunya. Tarian ini sesungguhnya suatu bentuk sastra lisan yang disampaikan secara berkelompok sambil berdendang.

Sejarah Asal Usul Tari Indang Badinding
    Kesenian tari indang tadinya bertujuan untuk keperluan dakwah islam. Itu sebabnya, sastra yang dibawakan berasal dari salawat nabi Muhammad atau hal-hal bertema keagamaan. Indang berkembang dalam masyarakat traditional Minangkabau yang menghuni wilayah kabupaten Padang Pariaman. 
    Tari indang selalu dipentaskan setiap kali diadakan upacara tabuik – upacara yang dilakukan masyarakat Minang dalam rangka memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad setiap tanggal 10 Muharam. Tari indang diciptaan oleh Rapa’i. Rapa’i merupakan pengikut setia Syekh Burhanuddin – seorang tokoh terpandang yang selalu memperingati upacara tabuik di Minang.

Gerakan
Gerak tari indang menggunakakn aktifitas atau kegiatan masyarakat setempat dalam penyiaran agama Islam yang telah dituangkan melalui gerakan yang sederhana dan berulang-ulang serta mudah ditiru. Adapun gerak-gerakan itu adalah:
a. Sambah
b. Golong-golopng
c. Alihan lagu
d. Alihan kanan

Penari
            Pertunjukkan tari dapat dihayati melalui penari yang memiliki keterampilan dalam melalukan gerakan tari baik secara fisik maupun ekspresi. Keterampilan secara fisik dan ekspresi juga di dukung oleh bakat dan daya ingat yang tinggi. Tari indang pada acara Enstensend (Ensembel ’10 Sendratasik) ditarikan oleh  7 orang penari perempuan yang memiliki keterampilan dalam melakukan gerakan. Teori Indang ini menggambarkan tentang penyiaran agama Islam yang masuk ke Sumatera Barat.

Iringan Musik
        Iringan musik yang terdapat pada penampilan tari Indang dalam acara Enstensend ini bisa menghidupkan suasana yaitu suasana gembiran. Karena suara musik yang mengiri penampilan tari Indang ini diiringi oleh musik-musik okestra.

Sekian dan terima kasih.
Berikut foto kesuksesan kami dalam mengerjakan tugas menari :)

Minggu, 15 Juni 2014

Tugas Sosial Dasar 5

Meresensi Novel

- Pengertian Resensi
     Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review.

- Pengertian Novel
     Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah atau sepotong berita".
     Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.

Jika sudah tau pengertianya maka kita mulai meresensi novelnya :)

Kali ini saya akan meresensi novel yang berjudul "Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)" Karya Marah Rusli.

Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)
Judul Buku     : Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)
Pengarang        : Marah Rusli
Penerbit           : Balai Pustaka
Tahun Terbit    : 1992
Tempat Terbit  : Jakarta
Tebal                : 271 Halaman
Tokoh            : Siti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan Mahmud
- Sinopsis
  Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.


   Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.


   Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih.


   Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan.


   Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya. Pada suatu hari ketika Samsulbahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras. Baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.


   Mendengar itu, ayah Samsulbahri, yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Samsulbahri harus kembali ke Jakarta dan ia berjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam, karena Siti Nurbaya diusirnya.


   Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Tetapi niatnya itu diketahui oleh kaki tangan Datuk Maringih. Karena itu dengan siasat dan fitnahnya, Datuk Maringgih dengan bantuan kaki tangannya dapat memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi.


   Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.


   Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.

   Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan ayahandanya. Tetapi ajal lebih dulu merenggut sebelum Samsulbahri sempat bertemu dengan orangtuanya.

- Tentang Penulis dan Bukunya
  Buku ini diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada tahu 1922. Buku yang berjudul Siti Nurbaya ini berhasil menempatkan diri sebagai puncak roman di antara roman-roman lain yang dianggap orang sebagai puncak roman dalam Sastra Indonesia Modern.
  Dalam karyanya berjudul Siti Nurbaya, Marah Rusli ingin merombak adat yang berlaku pada masa itu dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Pelaku utamanya pada roman ini adalah Siti Nurbaya, Samsulbahri, dan Datuk Maringgih.
  Pengarang, dalam hal ini Marah Rusli sebagai pemuda terpelajar memiliki pemikiran jauh lebih maju daripada masyarakat disekitarnya. Ia telah mengenal tata cara hidup dan kebudayaan asing yang sedikit banyak sangat berpengaruh terhadap jiwanya. Dari dasar itu timbul gejolak pemberontak ingin menerobos adapt lama yang mengungkung dengan ketat dan dianggap oleh Marah Rusli sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi.

  Marah Rusli ini lahir di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889 dan meninggal di Bandung pada tanggal 17 Januari 1968. Pengarang ini telah menamatkan SD di Padang pada tahun 1904 dan menamatkan Sekolah Raja (Hoofdenscool) di Bukit Tinggi pada tahun 1910. Setelah tamat Sekolah Dokter Hewan di Bogor pada tahun 1915, ia diangkat menjadi adjunct dokter hewan di Sumbawa Besar, kemudian (1916) menjabat Kepala perhewanan di Bima. Tahun 1918 pindah menjadi kepala peternakan hewan kecil di Bandung, kemudian mengepalai daerah perhewanan di Cirebon. Tahun 1919 menjabat kepala daerah perhewanan di Blitar, tahun 1920 menjadi asisten leraar Kedokteran Hewan Bogor, tahun 1921 menjadi dokter hewan di Jakarta, tahun 1925 pindah ke Tapanuli. Sejak tahun 1929 sampai datang revolusi 1945 menjadi dokter hewan kotapraja Semarang. Selama revolusi tinggal di Solo, kemudian bekerja pada ALRI di Tegal. Tahun 1948 diangkat menjadi lektor di Fakultas Dokter Hewan Klaten dan dalam tahun 1950 kembali ke Semarang. Sejak tahun 1951 menjalani masa pensiun di Bogor, tetapi masih tetap menyumbangkan tenaganya di Balai Penelitian Ternak Bogor sampai akhir hayatnya.
  Di samping profesinya sebagai dokter hewan, Marah Rusli terkenal pula sebagai sastrawan karena romannya yang berjudul Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai).

- Nilai dalam Novel Siti Nurbaya
Pengarang mengajak kita untuk memetik beberapa nilai moral dari romannya yang terkenal ini, antara lain:    

1. Bila asmara melanda jiwa seseorang maka luasnya samudra tak akan mampu menghalangi jalannya cinta. Demikianlah cinta yang murni tak akan padam sampai mati. 
2. Demi orang-orang yang dicintainya seorang wanita bersedia mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. Lebih-lebih pengorbanan tersebut demi orang tuanya. 
3. Bagaimanapun juga praktek lintah darat merupakan sumber malapetaka bagi kehidupan keluarga. 
4. Menjadi orang tua hendaknya lebih bijaksana, tidak memutuskan suatu persoalan hanya untuk menutupi perasaan malu belaka sehingga mungkin berakibat penyesalan yang tak terhingga. 
5. Dan kebenaran sesungguhnya di atas segala-galanya.
6. Akhir dari segala kehidupan adalah mati, tetapi mati jangan dijadikan akhir dari persoalan hidup.
 
- Referensi :
  1. http://www.goodreads.com/list/show/67567.Novel_Indonesia_Terbaik?page=1
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Novel
  3. http://alihusain170491.blogspot.com/2013/06/pengertian-resensi-dan-contoh-resensi.html
  4. http://mulyatirasyid.wordpress.com/kumpulan-cerpen/sinopsis-novel-siti-nurbaya/
  5. http://jaririndu.blogspot.com/2013/04/resensi-novel-siti-nurbaya-kasih-tak.html 

Selasa, 07 Januari 2014

Tugas Sosial Dasar 3

Berkunjung ke Museum

    Assalamualaikum wr.wb  
    Disaat berlangsungnya UTS di kuliah entah kenapa saya dan teman2 ingat dengan adanya tugas softkill yaitu melakukan kunjungan ke museum untuk melakukan analisa apa saja yang ada di dalam sebuah museum. Karena di kampus ku UTSnya itu selang seling kadang libur dan kadang masuk lalu ketika ada waktu libunya kami menyempatkan kunjungan ke museum yang sudah kita rencanakan yaitu ke Museum Transportasi tepatnya di TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Kami ketemuan di depan gerbang TMII lalu kami masuk ke TMII dengan membayar  9.000/orang dan 6.000/motor jadi masing kita membayar 15.000/orang dan motor. Lalu kami langsung menuju museum transportasi, di museum transportasi kami harus membayar 2.000/orang untuk masuk ke museumnya benar2 murah harganya :) Berikut gambar pintu masuk museum transportasi TMII
Setelah membayar tiket kami di perbolehkan masuk, sekitar 200m kami langsung di suguhkan kereta tua dan relnya, ketika menemukan kereta itu sontak kami langsung narsis :D
Di museum transportasi ini lebih dominan itu masalah transportasi daratnya yang mencondong ke kereta-kereta lama dan kereta uap.. Sebelum ada kereta uap ada kereta yang masih manual dan cara menjalankanya itu di ayunkan tuasnya seperti ini.
Kemudian kami lanjutkan perjalanan sekitar 300m kami menemukan tempat khusus kereta uap yang umurnya sudah bertahun-tahun. Ini nama tempatnya AMBARAWA di kawasan ambarawa ini banyak sekali lokomotif kereta uap yang tua-tua.
Contoh kereta uap dari kawasan ambarawa ini adalah Lokomotif kereta ber tipe B2209 ini lokomotif yang berbahan bakar batubara.

Setelah itu kami lanjut berjalan menuju kereta berikutnya dan kami terkejut ternyata ini ada namanya kereta "maut" yang bertuliskan "Merdeka atao Mati",  berikut gambarnya.


Lanjut kita langsung menuju ke area Transportasi Udara di kawasan ini di pajang Helikopter asli yang biasa di gunakan oleh Tim SAR dan di tempat ini juga ada pesawat Garuda Indonesia namun karena sedang ada perbaikan jadi tidak boleh masuk ke dalam pesawatnya :(
Lanjut sudah menjelang siang kami pun langsung menuju ke anjungan yang berada di dalam gedung apa saja yang ada di dalam gedungnya...

Didalam gedung museumnya ada beberapa miniatur tentang transportasi ini contoh miniatur SPBU.


  
 Dan juga ada tata cara mengendarai kendaraan yang baik dan benar loh...










Ada juga motor tua, mobil tua yang pada jamanya sangat di perlukan transportasi ini.


 Dan pada jaman dahulu itu yang sekarang Perusahaan Bis Damri tapi dahulunya itu Damri seperti Delman yang ada 2 Sapi dan 1 Gerobak untuk mengangkut penumpang yang akan naik. 
Sekian dulu ya cerita dari saya :)
Wassalamualaikum wr.wb
Foto iseng rekan rekan saya :D