Minggu, 15 Juni 2014

Tugas Sosial Dasar 5

Meresensi Novel

- Pengertian Resensi
     Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review.

- Pengertian Novel
     Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah atau sepotong berita".
     Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.

Jika sudah tau pengertianya maka kita mulai meresensi novelnya :)

Kali ini saya akan meresensi novel yang berjudul "Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)" Karya Marah Rusli.

Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)
Judul Buku     : Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)
Pengarang        : Marah Rusli
Penerbit           : Balai Pustaka
Tahun Terbit    : 1992
Tempat Terbit  : Jakarta
Tebal                : 271 Halaman
Tokoh            : Siti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan Mahmud
- Sinopsis
  Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih.


   Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas, asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, kepada Datuk Maringgih.


   Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih.


   Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri, kekasihnya yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Sungguh berat memang, namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan.


   Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya, terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya. Pada suatu hari ketika Samsulbahri dalam liburan kembali ke Padang, ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras. Baginda Sulaiman berusaha bangkit, tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir.


   Mendengar itu, ayah Samsulbahri, yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang, malu atas perbuatan anaknya. Sehingga Samsulbahri harus kembali ke Jakarta dan ia berjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam, karena Siti Nurbaya diusirnya.


   Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya, timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Tetapi niatnya itu diketahui oleh kaki tangan Datuk Maringih. Karena itu dengan siasat dan fitnahnya, Datuk Maringgih dengan bantuan kaki tangannya dapat memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi.


   Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer.


   Sepuluh tahun kemudian, dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Datuk Maringgih jatuh tersungkur, namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya.

   Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Pada saat-saat terakhir menjelang ajalnya, ia meminta dipertemukan dengan ayahandanya. Tetapi ajal lebih dulu merenggut sebelum Samsulbahri sempat bertemu dengan orangtuanya.

- Tentang Penulis dan Bukunya
  Buku ini diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada tahu 1922. Buku yang berjudul Siti Nurbaya ini berhasil menempatkan diri sebagai puncak roman di antara roman-roman lain yang dianggap orang sebagai puncak roman dalam Sastra Indonesia Modern.
  Dalam karyanya berjudul Siti Nurbaya, Marah Rusli ingin merombak adat yang berlaku pada masa itu dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Pelaku utamanya pada roman ini adalah Siti Nurbaya, Samsulbahri, dan Datuk Maringgih.
  Pengarang, dalam hal ini Marah Rusli sebagai pemuda terpelajar memiliki pemikiran jauh lebih maju daripada masyarakat disekitarnya. Ia telah mengenal tata cara hidup dan kebudayaan asing yang sedikit banyak sangat berpengaruh terhadap jiwanya. Dari dasar itu timbul gejolak pemberontak ingin menerobos adapt lama yang mengungkung dengan ketat dan dianggap oleh Marah Rusli sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi.

  Marah Rusli ini lahir di Padang pada tanggal 7 Agustus 1889 dan meninggal di Bandung pada tanggal 17 Januari 1968. Pengarang ini telah menamatkan SD di Padang pada tahun 1904 dan menamatkan Sekolah Raja (Hoofdenscool) di Bukit Tinggi pada tahun 1910. Setelah tamat Sekolah Dokter Hewan di Bogor pada tahun 1915, ia diangkat menjadi adjunct dokter hewan di Sumbawa Besar, kemudian (1916) menjabat Kepala perhewanan di Bima. Tahun 1918 pindah menjadi kepala peternakan hewan kecil di Bandung, kemudian mengepalai daerah perhewanan di Cirebon. Tahun 1919 menjabat kepala daerah perhewanan di Blitar, tahun 1920 menjadi asisten leraar Kedokteran Hewan Bogor, tahun 1921 menjadi dokter hewan di Jakarta, tahun 1925 pindah ke Tapanuli. Sejak tahun 1929 sampai datang revolusi 1945 menjadi dokter hewan kotapraja Semarang. Selama revolusi tinggal di Solo, kemudian bekerja pada ALRI di Tegal. Tahun 1948 diangkat menjadi lektor di Fakultas Dokter Hewan Klaten dan dalam tahun 1950 kembali ke Semarang. Sejak tahun 1951 menjalani masa pensiun di Bogor, tetapi masih tetap menyumbangkan tenaganya di Balai Penelitian Ternak Bogor sampai akhir hayatnya.
  Di samping profesinya sebagai dokter hewan, Marah Rusli terkenal pula sebagai sastrawan karena romannya yang berjudul Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai).

- Nilai dalam Novel Siti Nurbaya
Pengarang mengajak kita untuk memetik beberapa nilai moral dari romannya yang terkenal ini, antara lain:    

1. Bila asmara melanda jiwa seseorang maka luasnya samudra tak akan mampu menghalangi jalannya cinta. Demikianlah cinta yang murni tak akan padam sampai mati. 
2. Demi orang-orang yang dicintainya seorang wanita bersedia mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. Lebih-lebih pengorbanan tersebut demi orang tuanya. 
3. Bagaimanapun juga praktek lintah darat merupakan sumber malapetaka bagi kehidupan keluarga. 
4. Menjadi orang tua hendaknya lebih bijaksana, tidak memutuskan suatu persoalan hanya untuk menutupi perasaan malu belaka sehingga mungkin berakibat penyesalan yang tak terhingga. 
5. Dan kebenaran sesungguhnya di atas segala-galanya.
6. Akhir dari segala kehidupan adalah mati, tetapi mati jangan dijadikan akhir dari persoalan hidup.
 
- Referensi :
  1. http://www.goodreads.com/list/show/67567.Novel_Indonesia_Terbaik?page=1
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Novel
  3. http://alihusain170491.blogspot.com/2013/06/pengertian-resensi-dan-contoh-resensi.html
  4. http://mulyatirasyid.wordpress.com/kumpulan-cerpen/sinopsis-novel-siti-nurbaya/
  5. http://jaririndu.blogspot.com/2013/04/resensi-novel-siti-nurbaya-kasih-tak.html 

Selasa, 07 Januari 2014

Tugas Sosial Dasar 3

Berkunjung ke Museum

    Assalamualaikum wr.wb  
    Disaat berlangsungnya UTS di kuliah entah kenapa saya dan teman2 ingat dengan adanya tugas softkill yaitu melakukan kunjungan ke museum untuk melakukan analisa apa saja yang ada di dalam sebuah museum. Karena di kampus ku UTSnya itu selang seling kadang libur dan kadang masuk lalu ketika ada waktu libunya kami menyempatkan kunjungan ke museum yang sudah kita rencanakan yaitu ke Museum Transportasi tepatnya di TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Kami ketemuan di depan gerbang TMII lalu kami masuk ke TMII dengan membayar  9.000/orang dan 6.000/motor jadi masing kita membayar 15.000/orang dan motor. Lalu kami langsung menuju museum transportasi, di museum transportasi kami harus membayar 2.000/orang untuk masuk ke museumnya benar2 murah harganya :) Berikut gambar pintu masuk museum transportasi TMII
Setelah membayar tiket kami di perbolehkan masuk, sekitar 200m kami langsung di suguhkan kereta tua dan relnya, ketika menemukan kereta itu sontak kami langsung narsis :D
Di museum transportasi ini lebih dominan itu masalah transportasi daratnya yang mencondong ke kereta-kereta lama dan kereta uap.. Sebelum ada kereta uap ada kereta yang masih manual dan cara menjalankanya itu di ayunkan tuasnya seperti ini.
Kemudian kami lanjutkan perjalanan sekitar 300m kami menemukan tempat khusus kereta uap yang umurnya sudah bertahun-tahun. Ini nama tempatnya AMBARAWA di kawasan ambarawa ini banyak sekali lokomotif kereta uap yang tua-tua.
Contoh kereta uap dari kawasan ambarawa ini adalah Lokomotif kereta ber tipe B2209 ini lokomotif yang berbahan bakar batubara.

Setelah itu kami lanjut berjalan menuju kereta berikutnya dan kami terkejut ternyata ini ada namanya kereta "maut" yang bertuliskan "Merdeka atao Mati",  berikut gambarnya.


Lanjut kita langsung menuju ke area Transportasi Udara di kawasan ini di pajang Helikopter asli yang biasa di gunakan oleh Tim SAR dan di tempat ini juga ada pesawat Garuda Indonesia namun karena sedang ada perbaikan jadi tidak boleh masuk ke dalam pesawatnya :(
Lanjut sudah menjelang siang kami pun langsung menuju ke anjungan yang berada di dalam gedung apa saja yang ada di dalam gedungnya...

Didalam gedung museumnya ada beberapa miniatur tentang transportasi ini contoh miniatur SPBU.


  
 Dan juga ada tata cara mengendarai kendaraan yang baik dan benar loh...










Ada juga motor tua, mobil tua yang pada jamanya sangat di perlukan transportasi ini.


 Dan pada jaman dahulu itu yang sekarang Perusahaan Bis Damri tapi dahulunya itu Damri seperti Delman yang ada 2 Sapi dan 1 Gerobak untuk mengangkut penumpang yang akan naik. 
Sekian dulu ya cerita dari saya :)
Wassalamualaikum wr.wb
Foto iseng rekan rekan saya :D

 

Rabu, 04 Desember 2013

Tugas Sosial Dasar 2

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 
TERHADAP LINGKUNGAN


             Tanggung  jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) atau CSR, merupakan sebuah konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan secara sukarela. :)

               Kemampuan perusahaan untuk menutupi implikasi lingkungan yang berasal dari; produk operasi dan fasilitas, menghilangkan limbah dan emisi, memaksimalkan efisiensi dan produktivitas sumber daya alam dan meminimalkan praktek-praktek yang buruk dapat mempengaruhi kenikmatan sumber daya alam suatu negara bagi generasi mendatang

       Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan merupakan hal yang penting bagi setiap perusahaan untuk dapat mengatur, mengolah dan mempergunakan lingkungan sebaik-baiknya untuk tidak hanya menguntungkan dan meningkatan efisiensi bisnis setiap perusahaan, namun juga bagi lingkungan dan dampak sosial di masa yang akan datang.

                 Perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari melakukan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan antara lain adalah :
  1. Pengembangan reputasi atau citra perusahaan di mata konsumen dan investor.
Perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan akan menciptakan reputasi yang baik atau good brand image kepada berbagai elemen bisnis. Maka harga saham perusahaan tersebut dapat meningkat karena nama perusaahan terkenal baik di lingkungan tersebut.
  
  2. Mengeliminasi konflik lingkungan dan sosial disekitar perusahaan. 
Sudah banyak kasus-kasus atau berita yang selama ini kita dengar dan lihat seputar perusahaan dengan kasus miss-conduct nya terhadap lingkungan disekitar area usaha bisnis mereka. Hal ini jangan sampai perusahaan sampai merusak lingkungan di alam sekitar warga karena ibarat kata perusahaan hanya "menumpang" di daerah tersebut.

  3. Meningkatkan kerja sama dengan para pemangku kepentingan.
Dalam implementasi CSR perusahaan tentunya tidak dapat bergerak dan bekerja sendiri tanpa bantuan pemangku kepentingan seperti, masyarakat lokal dan pemerintah daerah. Dengan mengajak pemangku kepentingan dalam melakukan konservasi lingkungan, maka perusahaan dapat dengan mudah menciptakan sebuah relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan tersebut.

 4. Membedakan perusahaan dengan para pesaingnya.
Jika kegiatan CSR terhadap lingkungan dilakukan oleh sebuah perusahaan, perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan dan kesempatan dalam menonjolkan keunggulan komparatifnya (comparative advantage) sehingga dengan mudah dapat memberikan nilai plus yang berbeda dengan para pesaingnya yang tidak melakukan kegiatan sosial terhadap lingkungan. Pemerintah dan warga harus dapat membedakan mana perusahaan yang peduli lingkungan dan tidak peduli lingkungan.
Dalam artikel ini semua perusahaan harus memenuhi syarat ISO 14001.
>> ISO 14001 pertama kali diterbitkan pada 1996 dan menetapkan beberapa persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan. ISO 14001 berlaku untuk aspek-aspek lingkungan dengan persayaratan sebagai berikut:
• Perusahaan dapat meminimalisasikan efek yang merugikan pada lingkungan disebabkan oleh segala kegiatan operasional bisnis
• Perusahaan dapat melakukan perbaikan berkesinambungan pada lingkungan
   
>> Contoh Perusahaan Yang Bertanggung Jawab Terhadap Lingkungan <<


      PT. INALUM mempertimbangkan untuk berperan serta untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar Perusahaan, sebab perusahaan menyadari bahwa kelancaran pembangunan dan keberhasilan operasi tidak dapat dipisahkan dari semua pemangku amanah. 

      Keberhasilan Perusahaan dan kemandirian masyarakat sekitar diharapkan dapat tercipta dan tumbuh bersama-sama. Disamping itu, kesejahteraan sosial dan perkembangan ekonomi regionalmerupakan fasilitas bagi Perusahaan untuk mencapai misi, visi dan nilai-nilainya. 

     Oleh karena itu, sejak awal berdiri, kebijakan tanggung jawab sosial kepada pemangku amanah masih mendapat perhatian dan dukungan dari Perusahaan. 

    Untuk memajukan olah raga di Sumatera Utara dan khususnya disekitar PT Inalum, Perusahaan mengadakan kegiatan-kegiatan olah raga seperti Turnamen Sepak Bola, Turnamen Bola Volley, dan lain sebagainya. 
     PT Inalum juga aktif menjadi sponsor dalam kegiatan Arung Jeram di Sungai Asahan, Lomba mendayung di Danau Toba, Karate, dan lain sebagainya. 
 

Nah contoh PT. INALUM ini sangat bagus mereka peduli terhadap lingkungan sekitarnya


 

Sekian tentang tanggung jawab perusahaan semoga bermanfaat terima kasih :)

Sumber : http://ivyannoproject.com/2012/08/01/tannggung-jawab-sosial-perusahaan-terhadap-lingkungan/